09
Sep

small thumb

Gandeng AELI, Dispar Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Outbound

Wisata outbond belakangan ini menjadi salah satu pilihan menarik untuk berwisata. Dengan meningkatnya animo masyarakat terhadap wisata outbound ini, maka sebuah destinasi wisata yang menyajikan atraksi ini sudah seharusnya menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk menunjang kualitas pelayanan kegiatan tersebut.

Untuk iti Dinas Pariwisata Lombok Barat kembali mengadakan pelatihan bagi para penyedia jasa destinasi alam yang berbasis di desa maupun swasta.

Bertempat di Hotel Puri Saron Senggigi, 40 peserta dari 20 desa wisata yang ada di Lombok Barat dibekali berbagai wawasan tentang pariwisata alam dengan tema "Pelatihan Pemandu Wisata Outbound".

Dibuka secara resmi langsung oleh Bupati Lombok Barat, pelatihan ini direncanakan akan berlangsung selama empat hari hingga tanggal 11 September mendatang. Dalam pelatihan ini, Dinas Pariwisata menggandeng Asosiasi Experiensial Learning Indonesia (AELI) NTB sebagai narasumber utama.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah AELI NTB, Mujiyanto mengatakan setidaknya ada sejumlah materi kemampuan atau kompetensi dasar yang akan diberikan kepada peserta dalam pelatihan kali ini, mulai dari managemen kegiatan, keselamatan hingga kreativitas.

“Ada kompetensi inti yang akan kita berikan, dari manajemen yang meliputi perencanaan program kegiatan rekreasi, melaksanakan pemanduan kegiatan rekreasi, games, memandu kegiatan tali rendah dan tali tinggi sampai ke menganalisis risiko dalam kegiatan, serta menolong korban,” papar Mujiyanto di tengah proses pelatihan, Rabu (8/9/2021).

“Dan yang terakhir ada kreativitas, dalam Experensial Learning (EL) atau yang biasa kita sebut outbound itu pada dasarnya kita dituntut untuk menjadi kreatif, keluar dari kebiasaan,” lanjutnya.

Jadi, imbuhnya, untuk menyajikan sebuah destinasi wisata outbound itu tidak bisa mengesampingkan fasilitator yang kompeten dalam bidang tersebut.

Kreativitas itu sendiri dalam penerapannya di desa wisata menurut Mujiyanto adalah bagaimana menggali potensi kearifan lokal dan mengemasnya sebagai produk wisata.

Senada dengan Mujiyanto, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saepul Akhkam menyampaikan jika kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk menambah variasi atraksi wisata yang ada di desa-desa wisata.

"Selain memperkaya SDM, kita juga ingin menyajikan semacam inspirasi bahwa satu desa wisata sesungguhnya memiliki banyak kekayaan potensial yang harus mereka kembangkan. Tidak lagi hanya bicara atraksi sejenis, misalnya satu desa wisata buat kolam semua ikut buat kolam, tetapi ada potensi alamiah yang mereka miliki dengan segala macam bentuk variannya yang kaya disetiap desa," jelas Akhkam.

Dari pelatihan ini ia juga mengharapkan setiap desa mampu mengidentifikasi potensi dirinya lebih dahulu baru kemudian memiliki inspirasi untuk kreatif mengembangkannya sampai mampu menciptakan paket-paket wisata atraktif yang bisa ditawarkan ke pasar.

Terkait kerjasama dengan AELI, Akhkam juga memberikan respon positif. Untuk proses pendampingan kepada para pemendu wisata outbound di desa ia berencana membuat Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan AELI NTB dimana salah satu tujuannya adalah menjadi mitra dampingan dari AELI NTB.

"Tahun ini kita kerjasama dengan AELI mudah-mudahan AELI mampu menghadirkan program sertifikasi buat teman-teman peserta ini, jadi keberlanjutannya ada. Dan setelah mereka tersertifikasi, selanjutnya kita bersama-sama mampu menjual paket untuk memperkaya destinasi alternatif kita," harapnya.

Sebagai tambahan dan penguat dalam memasarkan produk wisata di desa wisata, dalam pelatihan ini peserta juga dibekali materi business plan yang disampaikan oleh PT. Bank BNI Capem Mataram, dan akan ditutup dengan materi digital marketing di akhir pelatihan.