MENUJU TRANSISI NEW NORMAL, PULUHAN PELAKU WISATA LOMBOK BARAT IKUTI PUBLIC HEARING DINAS PARIWISATA

Foto untuk : MENUJU TRANSISI NEW NORMAL, PULUHAN PELAKU WISATA LOMBOK BARAT IKUTI PUBLIC HEARING DINAS PARIWISATA
Share

Menindaklanjuti dua pertemuan virtual sebelumnya terkait dengan rencana pembukaan pariwisata pada masa transisi menuju New Normal atau Kenormalan Baru, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat pagi tadi (15/6) menyelenggarakan Public Hearing yang dirangkai dengan forum group discussion (FGD).

FGD yang digelar untuk mematangkan protokol kesehatan Covid-19 khususnya di bidang pariwisata ini dibuka langsung oleh Bupati H. Fauzan Khalid.

Lebih dari lima puluh peserta yang terdiri dari perwakilan pengelola hotel, restoran, tempat hiburan, desa wisata, dan pelaku wisata lainnya mengikuti kegiatan ini. Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Lobar, camat, jajaran Dinas Kesehatan, dan unsur kepolisian.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar H. Saiful Ahkam berharap, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal bersama untuk segera bangkit dari keterpurukan.

"Kita di Dinas Pariwisata sangat didukung oleh seluruh pelaku wisata di Lombok Barat. Para pelaku usaha inilah yang akan menjadi garda depan menerapkan New Normal Tourism. Saya berkeyakinan dengan kesepakatan ini kita dapat bertanggung jawab. Mari kita tetap sehat tapi bergembira, mari kita bergembira dengan tetap sehat," katanya dihadapan peserta FGD yang digelar di Aula Utama Kantor Bupati di Giri Menang, Gerung itu.

Hasil dari diskusi ini nantinya akan dikaji lebih dalam oleh Dinas Kesehatan dan pihak kepolisian dari segi keamanan yang akhirnya akan diserahkan ke Bagian Hukum Setda Lombok Barat untuk disahkan dan ditandatangani oleh Bupati.

“Dulu kita melarang orang kumpul, tapi sekarang boleh kumpul dengan catatan yaitu kita ingin mengatur dan memastikan orang kumpul itu menjalani protokol kesehatan Covid-19,” ujar Bupati H. Fauzan Khalid dalam sambutannya.

Protokol kesehatan yang dimaksud bupati yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjaga etika batuk dan bersin-bersin, dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu, bupati berpesan agar memiliki komitmen dan konsisten dalam melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

“Dan untuk menjamin konsistensi ini saya kira nanti silakan diskusikan, apakah perlu ada sanksi, sanksinya ke siapa, ke individu orang yang berwisata atau pemilik (pelaku wisata, red),” ujar Fauzan. Dalam hal ini, bupati meminta agar ada kerjasama antara TNI-Polri, unsur organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk para kepala desa.

“Setelah SOP ini jadi kemudian dibutuhkan koordinasi yang dimotori oleh para camat, dengan mengundang kepala desa,” tegas Fauzan.

Bahkan, untuk lebih memaksimalkan tercapainya tujuan pembukaan pariwisata di era transisi New Normal, bupati meminta adanya supervisor baik dari Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, maupun Ikatan Dokter Indonesia, atau gabungan dari ketiganya.

Bupati Fauzan juga berharap agar puskesmas-puskemas yang ada di Lombok Barat harus siap untuk membantu.

Kegiatan ini juga disambut baik oleh para peserta. "Kegiatan yang sangat efektif untuk dapat menerapkan SOP kepada semua pelaku wisata sehingga New Normal bisa diterapkan dan semua pelaku wisata berkomitmen untuk melaksanakan protokol kesehatan. Degan begitu akan meningkatkan level kepercayaan tamu agar melakukan kunjungan dan kegiatan di Lombok Barat," ungkap Weni Kristanti, GM Aruna Resort.

Sambutan
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN LOMBOK BARAT
PPID KAB.LOMBOK BARAT
DISKOMINFO KAB.LOMBOK BARAT
HUMAS KAB. LOMBOK BARAT
PEMKAB LOBAR