PEMKAB LOMBOK BARAT LAUNCHING JPS MANTAP

Foto untuk : PEMKAB LOMBOK BARAT LAUNCHING JPS MANTAP
Share

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai menggelontorkan program bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk Penanganan Dampak Covid 19. Serentak di tiga lokasi, yaitu di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari, Desa Kuripan Induk Kecamatan Kuripan, dan Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar launching perdana pemberian bantuan yang berbentuk sembako, Jum'at (1/5/2020).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat, Lalu Martajaya menjelaskan, pihaknya harus melakukan proses sinkronisasi, verifikasi, dan bahkan validasi data penerima manfaat agar tidak tumpang tindih dengan penerima berbagai jenis bantuan yang digelontorkan oleh pihak Pemerintah Pusat dan Provinsi, bahkan juga oleh Pemerintah Desa. Untuk membedakanya dengan sumber lain, pihaknya menyebut program milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan nama JPS Covid 19 atau JPS Mantap. 

Dia menyebutkan, kelompok penerima manfaat JPS Mantap ini sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (Non DTKS).

Khusus untuk JPS Mantap atau JPS Covid-19 ini, imbuhnya juga diberikan kepada penerima yang berasal dari data Non DTKS. Mereka adalah kelompok masyarakat penerima yang tidak masuk dalam DTKS, namun terdampak secara ekonomi oleh merebaknya wabah Covid 19. Mereka itu termasuk pekerja harian lepas seperti pegawai hotel yang saat ini di-PHK dan tenaga kebersihan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat H. Saepul Akhkam menerangkan, ada sekitar 1700an masyarakat pariwisata non perusahaan yang terdampak Covid 19.

"Setelah diverifikasi berdasarkan NIK agar sinkron dg Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, maka hanya 1.180 yang bisa diajukan ke Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten, dalam hal ini Dinas Sosial Lombok Barat. Sisanya yang tidak termasuk dikarenakan NIK yang bersangkutan bukan Lombok Barat. Data tersebut telah diverifikasi dan diintegrasikan dengan Data Terpadu," terang Akhkam yang juga merupakan Pelaksana Tugas Kepala Bagian Humas dan Protokol Saiful Ahkam saat mendampingi Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid ketika melaunching JPS Mantap di Desa Jatisela.

Program ini jelasnya, adalah salah satu dari jenis kegiatan yang bersumber dari anggaran yang direfocusing dan realokasi dari anggaran seluruh Perangkat Daerah Lombok Barat dengan total anggaran Rp. 60 miliar.

Menurut Ahkam, JPS ini senilai Rp. 250.000 per Kepala Keluarga yang rencananya akan diberikan paling sedikit selama tiga bulan ke depan.

“Tapi kalau dari perencanaan jika skenarionya adalah yang terburuk, bisa jadi diberikan sampai enam bahkan bisa lebih. Tergantung kondisi. Jika Covid 19 ini reda di bulan Agustus atau September, berarti kita masih bisa merefocusing dan merealokasikan lagi anggaran untuk pembangunan,” papar Ahkam.

Berbeda dengan pola penyaluran oleh pihak lainnya, JPS Mantap ini mewajibkan agar setiap desa menggandeng BUMDes untuk menjadi penyedia dan penyalur JPS yang harus dikonversi menjadi sembako yang berbentuk 15 Kilogram beras, 1 Kilogram Gula Pasir, 1 Kilogram Minyak Goreng, 1 Trei atau 30 butir telur ayam, dan 1 pcs Masker. Seluruh barang harus bersumber dari usaha kecil menengah (UKM) yang ada di desa tersebut.

"Sesuai skema tata cara penyaluran bantuan sosial, maka data yang sudah terintegrasi tersebut dialokasikan berdasarkan NIK KTP dan domisili dan dimasukkan dalam alokasi desa. Bantuan disalurkan dan diadakan oleh melalui Badan Usaha Milik Desa dengan melibatkan UMKM di desa tersebut," pungkasnya.

sumber : Humas dan Protokol Lombok Barat 

Sambutan
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN LOMBOK BARAT
PPID KAB.LOMBOK BARAT
DISKOMINFO KAB.LOMBOK BARAT
HUMAS KAB. LOMBOK BARAT
PEMKAB LOBAR