PERANG TOPAT 2018

Foto untuk : PERANG TOPAT 2018
Share

Sekitar seribu warga umat Islam dan Hindu mengikuti tradisi "Perang Topat" di Pura Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (22/11/2018) sore. Pembukaan 'Perang Topat' dimulai dengan pelemparan ketupat berukuran kecil oleh Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, bersama para pejabat dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta tokoh masyarakat Sasak (etnis Lombok).

Pelemparan ketupat ke arah kerumunan warga dilakukan setelah Shalat Ashar atau dalam bahasa Sasak Rarak kembang waru (gugur bunga waru). Sekitar seribu warga yang terdiri atas orang tua, dewasa dan anak-anak tampak bersemangat saling melempar dengan ribuan ketupat yang disediakan oleh panitia acara.

Atraksi tersebut juga disaksikan oleh belasan wisatawan asing dari berbagai negara. Mereka mengabadikan momen tersebut dengan cara memotret dan mengambil video.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, mengatakan tradisi 'Perang Topat' merupakan bentuk pluralisme. Karena rangkaian acaranya melibatkan dua umat berbeda agama, yakni Islam dan Hindu.

Gambaran keharmonisan umat beragama tersebut terlihat pada ritual mengarak kerbau. Masing-masing tokoh agama memegang tali kerbau saat mengarak keliling taman Pura Lingsar. "Kenapa bukan sapi atau babi yang diarak, karena kerbau sebagai simbol penghormatan kepada umat Islam dan Hindu. Alangkah indahnya kenyataan yang dibungkus dengan kesadaran total bahwa kita semua mahluk Allah SWT (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk merajut persaudaraan dan perdamaian," katanya.

Ia berharap apa yang dilakukan oleh warga Kabupaten Lombok Barat tersebut bisa dijadikan sebagai contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga komitmen warga negara yang sudah menyepakati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap kokoh dan milik bersama demi menyongsong masa depan yang lebih baik.

Fauzan juga meminta Dinas Pariwisata Lombok Barat untuk agar mendiskusikan dengan seluruh pemangku adat supaya tanggal penyelenggaraan tradisi 'Perang Topat' sudah bisa dipastikan satu tahun sebelumnya. "Itu pekerjaan rumah bagi kita semua, termasuk saya. Perlu dibangun kesepakatan antara pemerintah daerah dan tokoh adat, terutama masyarakat yang tinggal di taman Pura Lingsar," katanya.

Pelakasanaan event budaya perang topat yang digelar Pemkab Lombok Barat (Lobar) sangat berkesan. Tidak hanya bagi para korban gempa juga wisatawan asing. Ramai, meriah dan mengesankan, itu yang dirasakan para warga korban gempa. Ketika menyaksikan event budaya perang topat yang digelar kembali Pemkab Lobar di Pura Lingsar

Event tahunan Pemkab Lobar ini sunguh menjadi hiburan bagi para korban gempa di kawasan Lingsar. Pasca bencana gempa bumi yang melanda beberapa bulan lalu.

Bagaimana tidak, keseruan itu menjadi sarana trauma healing yang menghibur. Bahkan terlihat wajah ceria para warga kedua suku agama yang terlibat langsung dalam perang topat itu.

“Benar-benar terhibur, rasa trauma bencana gempa itu sudah agak hilang. Padahal rumah saya masih rusak,” ujar I Ketut Tati, salah seorang warga Lingsar.

Tidak hanya itu event budaya yang mencerminkan toleransi beraga itu membuat kagum Viola. Wisatawan asal Jerman ini tidak menyangka kerukunan umat beragama sangat terpancar dari umat Muslim dan Hindu. Ini menjadi kali pertama dia menyaksikan tradisi unik itu.

Iapun merasa Lombok sudah aman untuk dikunjungi kembali. Iapun berenana untuk datang kembali ke Lombok untuk berlibur. Bahkan akan mengajak kerabat dan sahabatnya datang ke Lombok.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H.Ispan Junaidi,M.Ed mengatakan jika, event budaya ini sebagai bentuk usaha dalam membangkitkan pariwisata. Menurutnya dengan segala kondisi yang ada pascagempa diharapkan juga dapat menghibur korban gempa. Sebab selama rangkaian perang topat itu digelar juga berbagai hiburan rakyat. “Ada hiburan peresean yang digandrungi masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya pun ingin menunjukkan kepada wisatawan luar jika Lombok sudah aman pasca gempa. Terlebih lagi adanya keterlibatan para travel agent yang turut membawa tamu sebagai usaha meyakinkan para wisatawan asing. “Kita sudah move on, dan bangkit,” ujarnya.

 

Sambutan
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN LOMBOK BARAT
PPID KAB.LOMBOK BARAT
DISKOMINFO KAB.LOMBOK BARAT
HUMAS KAB. LOMBOK BARAT
PEMKAB LOBAR