Taman Lingsar

Foto untuk : Taman Lingsar
Share

Sangat sulit di percayai, bahwa ada dua umat yang mempunyai latar belakang kultur, etnis serta keyakinan agama, bisa hidup berdampingan dalam menjalankan rtualnya masing-masing dengan perbedaan yang mereka miliki merupakan sesuatu yang logis dan wajar yang dirasakan sebagai hikmah dari Tuhan Yang Maha Esa sebab perbedaan bisa membuat mereka saling mengenal dan saling menghormati keyakinan satu dengan yang lain yaitu Taman Lingsar. Di Taman Lingsar terdapat sebuah sanggar yang di keramatin oleh keyakinan agama masing-masing. Bila melakukan hal yang tertentu bisa di lakukan dengan bersama-samadan yang hanya bisa dikerjakan oleh umat yang bersangkutan. Kepercayaan dan tradisi untuk mensyukuri sebuah mata air yang berada di sekitar Taman Lingsar yang di kenal dengan nama Kemaliq yang di percayai sebagai anugerah sumber kehidupan dari Tuhan Yang Maha Esa. Untuk melestarikan sebuah mata air yang di percaya dan diyakini oleh kedua umat yang sangat di sakralkan, sesuai dengan keyakinan umat masing-masing.

MENGETAHUI KEUNIKAN TAMAN LINGSAR

Di Taman Lingsar Lombok ada sebuah upacara yang di yakini oleh dua umat beragama yang bernama “Perang Ketupat” yang dilakukan pada saat upacara Piodalan / Pujawali yang di laksanakan oleh umat Hindu serta ke dua umat bisa bersama-sama melakukan upacaranya masing-masing. Nama dari Kemaliq Lingsar ini mulai muncul saat orang bali pertama ke Lombok. rombongan tersebut datang ke Lombok dengan jumlah kurang lebih 80 orang. Mereka tiba dan mendarat di Pantai Barat dekat dengan Gunung Pengsong, kemudian meraka melanjutkan perjalanan menuju ke Perampuan, Pagutan serta Pagesangan melalui Gunung Pengsong. Setiba mereka di daerah Punikan, karena mereka lapar dan haus akhirnya mereka beristirahat untuk makan dan minum. Saat mereka selesai makan, tiba-tiba terdengar suara letusan. Kemudian mereka pun mencari asal kedatangan letusan tersebut, ternyata yang meletus adalah sebuah mata air, lalu ada sebuah wahyu mengatakan bahwa bila sudah menguasi Lombok buatlah Pura di sini. Kemudian letusan air tersebut di beri nama Ai’Mual yang berarti air mengalir, dan nama tersebut di ganti menjadi Lingsar yang berasal dari kata Ling “wahyu atau sabda” serta Sar “syah atau jelas”. Maka Lingsar airtinya wahyu yang jelas. Pembangunan Pura / Kemaliq Lingsar di duga pada tahun 1759, yaitu tahun selesainya kekuasaan Mataram yang saat itu bersumber dari Cakranegara. Pura Lingsar di bangun oleh Raja Ketut Karangasem Singosari yang di maksudkan untuk mempersatukan Masyarakat Bali dengan Masyarakat Sasak.

KENALI LEBIH DEKAT DUA KEYAKINAN DI TAMAN LINGSAR

Taman Lingsar di bangun berdekatan dengan Kemaliq Lingsar adalah tempat pemujaan Masyarakat Sasak. Sebelumnya masyarakat Sasak melakukan pemujaan terhadap sumber mata air yang berada di lokasi tersebut yang di sebut dengan Kemaliq. Kemaliq ini berasal dari kata Maliq yang artinya dalam bahasa sasak adalah keramat atau suci. Sumber mata air yang berada di Kemaliq ini sangat di keramatkan dan di sucikan oleh masyarakat setempat, yang di percayai sebagai tempat hilangnya seorang penyiar Agama Islam Waktu Telu yang bernama Raden Mas Sumilir berasal dari Kerajaan Medayin. Masyarakat Hindu dan masyarakat Waktu Telu masing-masing mempunyai bangunan yaitu Gaduh yang artinya Pura bangunan untuk masyarakat Hindu dan Kemaliq yang artinya Keramat banguna untuk masyarakat Waktu Telu. Gaduh dan Kemaliq bisa digunakan kapan saja menurut kebutuhan agamanya masing-masing, tapi hanya satu kali setahun harus di adakan upacara yang di sebut dengan “Perang Topat”. Acara Perang Topat ini biasanya di lakukan dalam bentuk perang-perangan saling lempar topat atau ketupat satu dengan yang lainnya sebagai senjata mereka. Perang Topat ini biasanya dilaksanakan sebelum masyarakat menanam padi, tapi setelah musim hujan datang. Artinya dari acara ini yaitu untuk dikembalikannya hasil tanah (berupa topat atau ketupat) kepada asalnya (Lingsar). Hasil Perang Topat tersebut akan di jadikan rabuk (pupuk) padi mereka sebegai bibit yang akan ditanam. Perang Topat ini sebagai ucapan terima kasih Kepada Sang Pencipta yang diadakan di Taman Lingsar Lombok.

Sambutan
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN LOMBOK BARAT
PPID KAB.LOMBOK BARAT
DISKOMINFO KAB.LOMBOK BARAT
HUMAS KAB. LOMBOK BARAT
PEMKAB LOBAR