12
Jun

small thumb

Bupati dan Pelaku Wisata Lakukan Uji Rute Senggigi-Nusa Penida

Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dalam upaya pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan kunjungan wisatawan terus dilakukan. Salah satu upaya yang mencoba dilakukan adalah dengan membuka rute baru kapal cepat yakni jalur Senggigi-Nusa Penida, Klungkung Bali yang diawali dengan uji trayek yang diikuti langsung Bupati Lobar, Sabtu (11/6).

Diikuti jajaran pelaku wisata dan sejumlah Perangkat Daerah terkait, uji trayek dilakukan sekitar pukul 12.00 wita dari arah Senggigi menuju Nusa Penida yang diawali transit di Gili Gede Sekotong. Dalam uji trayek itu, Bupati menumpangi kapal celat berkapasitas 84 tempat duduk yang telah disiapkan oleh J-Trip.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid disela-sela kegiatan uji trayek itu mengatakan bahwa dia bersama jajarannya dan juga pelaku wisata ingin melihat dan mengalami langsung sensasi yang akan didapatkan ketika membuka trayek baru dari Nusa Penida-Gili Gede-Senggigi.

“Tujuannya adalah untuk kembali memberikan alternatif tambahan objek wisata terhadap wisatawan, dan menjual keindahan Gili-Gili yang ada di Kawasan Sekotong baik karangnya maupun sensasi yang diberikan,” ujarnya.

Usai uji trayek tersebut, kata Bupati, pihaknya bersama para investor tentu akan segera melakukan evaluasi bersama terkait berbagai persiapan dan langkah yang akan ditempuh untuk mempercepat operasional dari trayek baru tersebut. “Tentu akan kita lakukan evaluasi lagi bersama investor. Kita menginginkan pembukaan rute baru ini berjalan maksimal, jadi perlu berbagai persiapan,” imbuhnya.

Bupati menambahkan, pembukaan rute kapal cepat Nusa Penida-Senggigi itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Lobar. Menurutnya, dengan adanya penambahan akses masuk menghubungkan Bali dan Lobar dengan waktu yang lebih cepat diharapkan dapat memberikan alternatif baru bagi wisatawan untuk berkunjung.

“Kita berharap agar pembukaan trayek baru ini akan meningkatkan jumlah wisatawan ke Lobar dan menggerakan sektor lainnya di Lobar sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya kemudian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata lobar, H. M. Fajar Taufiq mengatakan bahwa rencana pembukaan jalur baru Nusa Penida-Gili Gede-Senggigi tersebut ide awalnya berdasarkan informasi bahwa di Nusa Penida kunjungan wisatawan mencapai 15 ribu. Dan dari sekian banyak wisatawan itu, mereka tidak tahu mau kemana, sehingga sebagai alternatif, rute Nusa Penida-Gili Gede-Senggigi ini di buka. “Mudahan bisa berjalan lancar sehingga pariwisata di Lobar bisa bangkit kembali,” harapnya.

Sebagai upaya promosi, dalam uji trayek itu Dinas Pariwisata menggandeng travel agent yang nantinya akan membantu upaya pemasaran. “Karena ini tahap awal dan masih uji coba, kita berharap bisa memberikan kesan yang positif,” imbuhnya.

Ditempat sama, Ketua Senggigi Hotels Association, I Ketut Jaya yang dikonfirmasi merespon positif rencana pembukaan rute baru Nusa Penida-Senggigi tersebut. Menurut dia, itu merupakan trobosan baru dan sangat cemerlang. “Kita tahu rute Nusa Penida ini merupakan pintu masuk wisatawan di Bali. Kami melihat itu ada peluang yang nantinya akan menyebar, dan bisa ditarik ke Senggigi maupun Gili Gede,” ujarnya.

Dikatakan Ketut Jaya, uji trayek yang dilakukan Pemkab Lobar tersebut bisa sustainable atau berkelanjutan. “Jika ini bisa berlanjut, maka ini akan sangat membantu pariwisata kita dalam upaya pengembangan market baru pariwisata dari Bali. Dan terpenting, Dengan adanya rute baru ini, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan,” pungkasnya.

Sementara itu, uji trayek kapal cepat dari Bali-Gili Gede-Senggigi ini berlangsung dengan lancar dengan jarak tempuh dari Senggigi menuju Gili Gede sekitar 40 menit. Sementara itu jarak tempuh dari Gili Gede menuju Nusa Penida Bali kurang lebih 50 menit. Sehingga total waktu dari senggigi menuju Nusa Penida hanya sekitar 90 menit.