22
Apr

small thumb

Deswita Lombok Barat Menuju 100 Besar ADWI 2022

Setelah sebelumnya mengumumkan 500 besar desa wisata dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 beberapa hari yang lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno kembali merilis nama desa wisata yang masuk dalam 300 besar ADWI 2022.

 

“Kini pada tahap selanjutnya dengan bangga saya umumkan 300 besar desa wisata Anugerah Desa Wisata 2022,” tegasnya melalui kanal media sosial Jejaring Desa Wisata, Kamis (21/4/2022) malam.

 

ADWI 2022 merupakan ajang kompetesi Desa inovatif dan kreatif dengan konsep wisata yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf. ADWI 2022 kata Mas Menteri, diselenggarakan untuk mewujudkan wisata yang berkelas dunia, berdaya saing global, dan berkelelanjutan untuk Indonesia bangkit.

 

Setelah melalui tahap kurasi lanjutan,  ada 13 desa wisata Provinis Nusa Tenggara Barat (NTB) yang masuk 300 besar. Kabupaten Lombok Barat masih mendominasi jumlah desa wisata yang lolos 300 besar mewakili NTB. Jika sebelumnya ada 6 desa yang lolos di 500 besar, kini tersisa 3 desa wisata di Lombok Barat yang masuk 300 besar ADWI 2022 yakni Desa Wisata Lembar Selatan, Desa Wisata Buwun Sejati, dan Desa Wisata Batu Kumbung.

 

Daftar 13 Desa di NTB yang Lolos ADWI 2022:

  1. Desa Wisata Kampung Bawang Bima (Kabupaten Bima)
  2. Desa Wisata Malaju Mantika (Kabupaten Dompu)
  3. Desa Wisata Lembar Selatan (Kabupaten Lombok Barat)
  4. Desa Wisata Buwun Sejatin(Kabupaten Lombok Barat)
  5. Desa Wisata Batu Kumbung (Kabupaten Lombok Barat)
  6. Desa Wisata Halal Setanggor (Kabupaten Lombok Tengah)
  7. Desa Wisata Puyung (Kabupaten Lombok Tengah)
  8. Desa Wisata Labuhan Lombok (Kabupaten Lombok Timur)
  9. Desa Wisata Genggelang (Kabupaten Lombok Utara)
  10. Desa Wisata Ekowisata Bahari Prajak (Kabupaten Sumbawa)
  11. Desa Wisata Bukit Not Beka Beka Taliwang (Kabupaten Sumbawa Barat)
  12. Desa Wisata Tenun (Kota Bima)
  13. Desa Wisata Taman Loang Balok (Kota Mataram)

 

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H. M. Fajar Taufik mengatakan ketiga

desa wisata yang masuk 300 besar inj telah memiliki pengalaman penilain di tahun 2021 sehingga banyak inovasi dan perbaikan yang dilakukan.

 

“Misalnya untuk kategori CHSE, tidak hanya berkutat di prokes saja tapi desa juga punya inovasi di pengelolaan sampah di kawasan wisata serta kelestarian dan menjaga lingkungan sehingga akan lebih baik kedepan dan tetap terjaga. Ini yang kita tekankan pada saat Bimtek dan rapat dengan teman-teman pengelola desa wisata,” jelas Taufik.

 

Pada ajang ADWI 2021 lalu, Desa Wisata Sesaot berhasil mewakili Kabupaten Lombok Barat dan Provinsi NTB mendapatkan 4 besar terbaik kategori CHSE.

 

“Untuk tahun 2022 ini Desa Sesaot tidak ikut serta karena telah dianugerahkan di 2021 kemarin,” ungkapnya.