14
Nov

small thumb

Dua Tahun Mati Suri, Kapal Pesiar Kembali Bersandar di Pelabuhan Gili Mas

Pariwisata di Provinsi NTB khususnya di Lombok Barat terus mengeliat kembali pasca pandemi Covid-19. Untuk pertama kalinya sejak dua tahun terakhir, rombongan wisatawan kapal pesiar kembali singgah di Pelabuhan Gili Mas Lembar, Senin (14/11). Sebelumnya, kunjungan kapal pesiar dihentikan karena pandemi Covid-19.
 
 
Kapal Pesiar MS Regatta menjadi kapal pesiar perdana yang kembali singgah di Pelabuhan Gili Mas Lembar. Kapal berkapasitas 600 penumpang itu bersandar di Pelabuhan Gili Mas yang merupakan pelabuhan terbesar di NTB itu sekitar pukul 12.00 Wita. Kedatangan para wisatawan disambut dengan berbagai atraksi budaya seperti Gendang Beleq dan tarian tradisional Lombok.
 
General Manager (GM) PT Pelindo III Lembar, Baharuddin, mengatakan MS Regatta menjadi pembuka kapal pesiar lain datang ke Lombok.
 
“Ini yang perdana. Kita masih ada sisa empat setelah ini,” ungkap Baharuddin yang ditemui disela menyambut tamu kapal pesiar.
 
Menurutnya kapal pesiar yang memiliki panjang (LOA) 180 meter, lebar 26 meter dengan draught 6 meter itu membawa wisatawan dari berbagai negara Asia. Dari 600 wisatawan itu diperkirakan sekitar 50 persen turun berwisata di Lombok. Mengingat para penumpang dijadwalkan akan berlayar lagi sekitar pukul 9 malam.
Dikatakan Baharuddin, sebagian besar para penumpang kapal yang turun itu akan berwisata di beberapa titik objek wisata di Lobar, Mataram hingga Lombok Tengah.
 
Baharuddin juga berharap ke depannya akan ada kapal cruise yang menginap hingga lebih lama berwisata dan belanja di Pulau Lombok.
 
“Ini tugas kita bersama, semoga kapal cruise yang datang nantinya bisa menginap, dan kita Pelindo siap. Tinggal paket yang kita jual bisa membuat mereka tertarik, kita akan terus berpromosi,” harapnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat H. M. Fajar Taufik yang hadir mewakili bupati berharap momen ini dapat membangkitkan perekonomian masyarakat dan memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Lombok khsusunya Lombok Barat.
 
“Untuk itu saya akan mengajak para Pelaku Usaha Pariwisata untuk membuat paket-paket wisata dan menawarkannya kepada wisatawan yang akan datang tersebut,” ujarnya.
 
Disamping itu, ia juga berharap para pelaku UMKM Ekraf harus dapat memanfaatkan peluang ini memasarkan produknya.