30
Sep

small thumb

Era Revolusi Industri 4.0, Digital Marketing Adalah Strategi Efektif Dalam Promosi

Digital marketing menjadi salah satu strategi yang paling efektif diterapkan dalam melakukan promosi di era Revolusi Industri 4.0 ini. Untuk itu di setiap pelatihan peningkatan SDM pelaku wisata yang digelar Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) hingga November mendatang tetap menyelipkan materi teknik pemasaran melalui media digital serta teknik pembuatan kontennya, baik itu dalam bentuk artikel, foto, maupun video.

Digital marketing sendiri akan berjalan efektif jika didukung dengan konten marketing yang baik pula. Kualitas konten seperti foto dan video sangat menentukan keberhasilan suatu destinasi wisata dalam hal promosi. Foto maupun video yang bagus dan menarik bisa menjadikan sebuah destinasi wisata semakin populer dan banyak menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Setidaknya itu yang diharapkan

Romiadi Kurniawan

, Kepala Seksi Pelayanan Informasi dan Sarana Promosi di Bidang Pemasaran Dispar Lobar di sela-sela pelatihan "Peningkatan Kapasitas Dalam Rangka Pengelolaan Akomodasi Berbasis Kelompok" di Ballroom Aruna Hotel Senggigi, Rabu (30/9/2020).

"Kesuksesan digital marketing ditentukan oleh berbagai faktor, salah satu faktornya yaitu kualitas konten yang digunakan. Konten yang berkualitas dapat menjadi daya tarik tersendiri," ujarnya.

"Selain foto dan video, di hari terakhir kita juga tambahkan materi teknik pemasaran melalui media digital agar promosi yang dilakukan bisa semakin maksimal," lanjut Romi.

Aldi Sofyan, salah satu narasumber materi videografi dalam pelatihan tersebut mengiyakan pernyataan Romi jika foto maupun video memegang peran penting dalam mempromosikan sebuah produk, baik itu usaha maupun jasa.

"Sekarang semua orang bisa foto-foto maupun buat video. Hanya saja untuk menjadikannya sebagai media promosi itu mungkin belum semua orang yang memahaminya," ucap anak muda yang sehari-harinya merupakan content creator ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah desa terutama yang dari desa-desa wisata perlu paling tidak tau teknik dasar pengambilan foto maupun video yang cinematik sehingga bisa menghasilkan foto dan video yang menarik yang ujungnya bisa "dipasarkan".

Di tempat yang sama, salah satu peserta pelatihan perwakilan Bumdes Kediri Supriadi BJ menyampaikan apresiasi kepada Dispar Lobar yang telah memberikan kesempatan bagi pokdarwis dan bumdes berada dalam satu tempat untuk mempelajari salah satu teknik branding melalui fotografi dan videografi yang bisa diterapkan oleh di setiap desa dengan tujuan mengekspos kelebihan-kelebihan yang ada.

"Materi ini cukup kaya untuk memperluas strategi-strategi pemasaran usaha baru yang akan dibentuk bumdes lewat pokdarwis," ucap Jek sapaan akrab Supriadi.

Secara umum, Jek juga bersyukur dengan pelatihan ini ia dan bumdes maupun pokdarwis lainnya bisa menemukan ide baru yang inovatif yang kemudian menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun masyarakat luas.