12
Okt

small thumb

Gali Potensi Kerajinan Tenun Lokal Lombok Barat Melalui Pelatihan

Kaum perempuan khususnya para remaja, pasti akan cepat merespon kalau sudah berbicara masalah fashion. Karena biasanya yang paling dominan mengikuti trend saat ini adalah para remaja dan anak muda.
Setelah hampir satu tahun pandemi Covid-19 melanda hampir tidak ada sesuatu yang berarti dapat dilakukan, mengawali new normal ini Kabupaten Lombok Barat khususnya, sudah mulai berbenah. Salah satunya di bidang Pariwisata yang tujuannya adalah bagaimana mengembangkan pariwisata dan yang menjadi salah satu penunjangnya yaitu dari segi fashion yang khusus mengangkat kerajinan tenun yang ada di Lombok Barat.
Karena dalam perkembangannya fashion dalam hitungan menit sudah berubah, tapi bagaimana dengan kearifan lokal yang dimiliki bisa bertahan.
Semua itu disampaikan oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Barat, Hj. Khairatun Fauzan Khalid saat membuka acara Pelatihan Fashion bagi Pengerajin Tenun di Lombok Barat, di Hotel Killa Senggigi Beach, Senin (12/10).
Lebih jauh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lombok Barat ini mengatakan Kabupaten Lombok Barat memiliki motif tenun yang khas dan tidak dimiliki oleh daerah lain.
Banyak hal-hal yang sudah dilakukan Pemerintah Daerah Lombok Barat dalam upaya mengembangkan kain tenun, salah satunya dengan cara mewajibkan para ASN untuk menggunakan kain tenun dalam satu hari kerja.
"Tapi saya rasa upaya itu masih belum bisa maksimal seperti yang kita harapkan," ungkapnya.
Ibu dua anak ini juga mengingatkan agar apa yang sudah dimiliki ini tidak membuat cepat berpuas diri. Tapi harus lebih dikembangkan lagi supaya orang lebih banyak mengetahui, tidak hanya di Lombok Barat tapi juga sampai tingkat nasional.
"Kita berharap dimana ketika ada yang datang ke Lombok Barat sudah tahu kalau itu adalah produk asli Lombok Barat," harapnya.
Ditempat yang sama, Ernawati salah satu peserta pelatihan mengaku sangat terbantu dengan pelatihan yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat. Dirinya mengaku ini adalah kali kedua dia mengikuti pelatihan fashion dan berharap bisa lebih berkembang lagi.
"Semoga setelah mengikuti pelatihan ini, kami bisa berinovasi dan lebih berkembang lagi," ujarnya.
Perempuan yang berprofesi sebagai tukang jahit ini mengaku selama ini kendala yang sering dihadapi ada pada masalah inovasi untuk pengembangan produknya.
"Kami berharap produk-produk kami bisa dikenal lebih luas lagi, tidak hanya di Lombok Barat tapi bisa juga sampai keluar daerah," harap Ernawati.
"Kami benar-benar membutuhkan bimbingan dalam hal inovasi dan pengembangan dalam hal desaign," lanjutnya lagi.
Dia berharap untuk kedepannya terus bisa diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan serta diberikan bimbingan dalam inovasi dan juga Management dalam dunia usaha.