12
Okt

small thumb

Homestay Topang Keberlangsungan Pariwisata Kabupaten Lombok Barat

Walaupun jumlahnya terbilang kecil dalam daftar jenis akomodasi di Lombok Barat (Lobar), Homestay ternyata masih mempunyai daya dukung yang cukup besar bagi keberlangsungan pariwisata di Lobar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat H. Saepul Akhkam saat Pelatihan Manajemen Homestay Dispar Lobar di Hotel Puri Saron Hotel Senggigi, Senin (12/10/2020).
Lebih khususnya pada pelatihan ini, Akhkam menerangkan jika pelatihan bertujuan untuk memberikan semangat kepada para pemilik dan pengelola homestay di Lobar.
"Salah satu tujuan pelatihan ini adalah agar para pelaku penyedia homestay bisa tetap penuh semangat di masa pandemi ini, bahwa mereka ini pada akhirnya tidak merasa tersisihkan dengan kondisi akibat mekanisme pasar yang berlaku," paparnya.
Merujuk tentang permasalahan para penyedia layanan homestay, Akhkam kemudian menjelaskan bahwa melalui pelatihan ini juga nantinya diharapkan mampu menemukan jalan keluar secara perlahan.
"Itu juga kenapa kemudian kita ngumpul dengan para pengelola homestay ini untuk memberikan stimulan gagasan, apa yang bisa kita lakukan dan yang bisa kita kerjakan," ucapnya.
Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Asisten II Setda Lobar, H. Mahyudin yang hadir membuka pelatihan juga sempat memberikan semangat moral kepada para peserta yang merupakan owner ataupun pengelola homestay yang mayoritas berasal dari Batulayar, Lingsar dan Narmada ini.
"Banyak juga kelebihan yang bisa ditawarkan homestay, yang tidak bisa diberikan hotel. Misalnya, bisa menyatu dalam rasa kekeluargaan dari tamu dan pengelola karena bisa langsung berinteraksi seperti menjadi bagian dari keluarga si pengelola," ucap Mahyudin.
Kelebihan lainnya, imbuhnya, bisa saling transfer pengetahuan, terutama tentang budaya, menu makanan ataupun suatu hal yang unik lainnya di daerah terkait. Selanjutnya ia sedikit memberikan tips tentang bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan pelanggan dan lingkungan sekitar.
Lebih lanjut mengenai pelatihan, Kadis Akhkam kemudian berharap ajang ini bisa menjadi penyegaran bagi para pengelola homestay, supaya mereka lebih memperhatikan produk dan sasaran pasar mereka.
"Terutama yang kami usulkan supaya mereka para pengelola ini tidak hanya menjadi orang yang ingin memasarkan produk mereka, tapi juga produk itu harus diperluas menjadi produk lingkungan," ucapnya.
Artinya, lanjut Akhkam, mereka juga bertanggungjawab menjadikan lingkungannya mendukung usaha mereka, dan usaha mereka juga menjadi alat dukung akomodasi atau amenitas dari sebuah destinasi wisata.
Khususnya kepada para pengelola homestay yang berasal dari Lingsar dan Narmada yang dikatakannya memiliki potensi yang sangat bagus untuk memberikan timbal balik yang positif antara lingkungan dan para pengelola sendiri.
"Untuk kawasan Lingsar dan Narmada ini memiliki spesifikasi atraksi yang cukup berbeda. Tentu ini kita kembalikan bahwa mereka ini kalau mau memasarkan dirinya sebagai sebuah produk, mereka juga harus memperluas materi pasar mereka yaitu berupa lingkungan, lingkungan pedesaan, keanekaragaman budaya, toleransi dan pluralisme. Kemudian atraksi hutan tropis itu harus menunjang rasa ingin para wisatawan untuk mendatangi tempat-tempat itu sehingga mereka ada harapan untuk menjalankan usaha secara lebih berkelanjutan," tukas Akhkam.
Untuk mendukung terciptanya hal yang disampaikan Kepala Dispar dan Asisten Setda tadi, dalam pelatihan ini nantinya juga akan diberikan materi tentang wawasan lingkungan dan materi digital marketing untuk memperluas area pasar mereka.