22
Agu

small thumb

Ikuti Senggigi Cycling Day, Marbot Asal Narmada Dapatkan Umroh Gratis

Momen yang paling dinantikan oleh para peserta Senggigi Cycling Day yang digelar pada Minggu (21/8/2022) akhirnya tiba. Seluruh peserta dengan serius mendengarkan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat membacakan nomor kupon doorprize.

“Bismillahirrahmanirrahiim.. apa mimpinya semalam ini. Yang beruntung mendapat paket umrah dari Bank NTB Syariah.. 9..5..9..8..!” sebut bupati disambut riuh peserta.

Tidak beberapa lama kemudian datang seorang pria paruh baya dengan wajah tegang bercampur senang naik ke atas panggung. Ia kemudian disambut Bupati Fauzan Khalid didampingi Kepala Bank NTB Syariah Cabang Gerung, Habibi.

“Nama tiang (saya,red) Hamdi dari Dusun Bangket Kuning Desa Golong, Narmada. Alhamdulillaahisyukuur.. Tiang sebagai Marbot Masjid di Dusun Bangket Kuning,” ucapnya memperkenalkan diri.

Sontak suasana semakin riuh dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir di lokasi acara di Lapangan Holiday Resort Lombok.

Menunaikan Ibadah Umrah ke Tanah Suci sudah menjadi impian seluruh umat muslim di seluruh dunia. Walaupun biaya yang dibutuhkan tidak setinggi Ibadah Haji, Ibadah Umrah membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah berkehendak. Hamdi yang kesehariannya berprofesi sebagai Marbot di Masjid Nurul Hijri ini tidak menyangka momen itu akhirnya tiba.

Meski terlihat seperti pekerjaan sepele, namun siapa sangka jika Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam sangat memuliakan orang-orang dengan profesi tersebut. Hal itu terbukti dengan apa yang dicapai Hamdi saat ini.

"Alhamdulilllaah, Saya sangat bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan mungkin ini adalah jawaban dari do'a- do'a saya selama ini," ucap Hamdi usai menerima hadiah secara simbolis.

Hamdi mengaku sudah berniat sejak lama untuk melakukan ibadah umroh. Sejumlah amalan seperti berdo'a hingga berpuasa konsisten ia lakukan demi mewujudkan mimpi mengunjungi tanah suci.

Pria 53 tahun ini juga bercerita jika sebelum menjadi seorang marbot masjid, ia juga pernah melakoni sejumlah pekerjaan lainnya. Namun tidak juga bisa memberikan penghasilan yang cukup untuk ibadah ke Tanah Suci.

Tak disangka, keikutsertaannya dalam kegiatan Senggigi Cycling Day menjadi jawaban dari do'a-doa'a yang telah ia panjatkan selama ini.

"Saya diajak ikut kegiatan ini oleh kepala desa dan juga teman-teman, dan Alhamdulilah mungkin ini sudah takdir dan rizki saya," akunya gembira.