03
Jun

small thumb

Indahnya Alam Dipadu Nikmatnya Kopi Kumbi

Berbicara tentang kekayaan dan keindahan sumber daya alam Desa Pakuan tentu sudah bukan hal yang jarang didengar. Hijaunya hutan lindung, indahnya air terjun, asrinya bumi perkemahan hingga uniknya masjid bernuansa mandarin, semua bisa dijumpai di desa yang terletak di Kecamatan Narmada Lombok Barat (Lobar) ini.

Namun bagaimana jika keindahan alam Pakuan dipadukan dengan nikmatnya menyeruput kopi berkualitas asli dari desa tersebut?

Belakangan ini salah satu dusun di Desa Pakuan yakni Dusun Kumbi sedang mengembangkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berupa olahan kopi asli dari dusun ini.

Potensi kopi Kumbi ini lalu menjadi sebuah bahasan utama dalam sebuah talkshow atau gelar wicara berjudul Sheraton Talk "From Farm to Table" yang diselenggarakan oleh Sheraton Senggigi Beach Resort bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar dan Dinas Pariwisata Lobar yang bertempat di Lobi Sheraton Senggigi Beach Resort, Jum'at (3/6/2022).

Talkshow ini sendiri menghadirkan salah seorang praktisi kopi yakni Dodi Adi Wibowo dan Kepala Dusun (Kadus) Kumbi Saringgih selaku pembicara.

Menurut Dodi, potensi kopi di NTB pada umumnya sudah bisa bersaing dengan kopi dari daerah lain, namun pengolahannya masih membutuhkan bimbingan.

"Pemerintah butuh agitator untuk menjadi pendamping. Kalau tanpa pendamping atau ahli, mereka (petani kopi,red) bisa kebingungan bagaimana menjalankan program. Menyarankan pada petani alat apa yang cocok itu butuh pendamping agar program-peogram mereka tepat sasaran dan berkelanjutan," tutur Dodi yang juga pendamping petani kopi di Dusun Kumbi.

Diakuinya, Kumbi dipilih sebagai daerah bimbingan karena semangat dan kemauan para petani kopi yang ingin berkembang dan menghasilkan biji kopi berkualitas.

"Kita sudah mencoba daerah lain juga, tapi di sini seperti bensin. Cukup dengan sedikit percikan api, semangat petani di sini luar biasa," pujinya.

Kopi Kumbi ini diungkapkan Kadus Saringgih bermula dari para mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mendapat bimbingan dari Pemkab Lobar dan Prov. NTB untuk pengolahan kopi.

"Dari para petani yang dibimbing ini mulai dari 2019, dari mereka kita bisa menghasilkan 1 ton lebih biji kopi, belum dari petani lainnya," ungkap Saringgih.

Walaupun baru hanya bisa memproduksi satu varian kopi yakni jenis robusta, Saringgih mengaku sudah banyak mendapatkan permintaan kopi dari pasar lokal, namun belum bisa beranjak ke pasar yang lebih luas lagi.

"Untuk keluar masih belum, karena kita masih fokus utamakan kualitas, bukan kuantitas," ujarnya.

Menurutnya untuk pemasaran ke luar daerah butuh kestabilan jumlah produksi biji kopi dengan alat produksi yang dipunya petani.

"Nah di alat produksi ini kita masih terbatas, dengan alat roasting yang cuma 700g kami saat ini belum mampu untuk kirim keluar," tuturnya.

Ia mengaku perkembangan kopi di dusunnya masih butuh dukungan banyak pihak terutama dari pemerintah dan industri untuk menjadi brand kopi ternama dari Lombok Barat.

"Paling tidak hotel-hotel di Lobar bahkan instansi di pemerintahan kalau bisa pakai kopi kita juga," cetusnya sambil sedikit tertawa.

Hadir pada talkshow ini juga Asisten Daerah II Lobar Rusditah dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H. Muhur Zokhri.

Muhur sendiri mengatakan jika pengembangan kopi Kumbi belakangan ini sudah menjadi perhatian pemda khususnya di Disperindag Lobar.

"Kita di Dinas Perindustrian dan Perdagangan itu sedang mempersiapkan pola atau model pembinaannya, terutama kegiatan pasca panennya," ucapnya.

Ia juga mengaitkannya dengan pengembangan wisata terintegrasi di 4 desa yang ada di Kec. Narmada.

"Pak Bupati pun sangat mendukung. Bahkan sekarang itu telah dibuat grand designnya, itu dikolaborasikan dengan pariwisata. Untuk Desa Pakuan termasuk di dalamnya Dusun Kumbi, Kemudian Desa Sesaot, Suranadi dan Buwun Sejati, termasuk juga titik-titik untuk pengembangan kopi ini, sampai nanti para tamu kita langsung bisa menikmati kopi kita di tempat-tempat ini," pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Lobar H. Fajar Taufik menyambut baik apa yang dilakukan Dusun Kumbi dengan mengembangkan produk kopinya.

Menurut Taufik, keberadaan pengolahan kopi di Kumbi nantinya akan memberikan nilai plus yang baru bagi desa wisata di Lobar.

"Dengan adanya pengolahan kopi ini, kekayaan atraksi kita di desa wisata jadi semakin bertambah," kata Taufik.

"Tidak hanya dengan langsung menjual hasil produk kopi yang sudah jadi saja, namun aktivitas seperti proses pengolahan dari memetik, pemilihan biji, roasting sampai ke packing produk itu bisa kita jual sebagai salah satu atraksi wisata kita," sambungnya.