10
Apr

small thumb

Kementerian ESDM Berikan Bantuan Bagi Desa Wisata di Lombok Barat

Desa wisata di Lombok Barat akan mendapat bantuan penerangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

Supriyadi selaku perwakilan dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM RI menjelaskan, pihaknya akan mencari desa wisata yang dapat ditingkatkan potensinya dengan bantuan penerangan ini.

“Kami dari Kementerian ESDM itu berusaha untuk memanfaatkan lokasi yang ada ini kita support dari sisi penerangannya. Apakah dari sisi PJU nya atau nanti dari sisi etniknya,” kata Supriyadi saat mengunjungi Desa Wisata Kebon Ayu, Jum’at (8/4/2022).

Sejak beberapa hari yang lalu, pihaknya didampingi jajaran Dinas Pariwisata Lombok Barat melakukan kunjungan ke desa wisata yang akan diberikan bantuan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui secara spesifik jumlah bantuan yang akan didistribusikan ke desa wisata. Termasuk untuk mengecek pengelolaan di desa wisata.

“Kita harus melihat langsung ke lapangan, kepemilikan juga siapa yang mengelola dan lain sebagainya, kemudian manfaat ekonomiya seperti apa. Jangan sampai nanti kita sudah support di penerangan tetapi tidak optimal untuk wisata malamnya. Jadi kita memang benar-benar perlu mengkaji seberapa besar manfaat dari bantuan yang akan kita berikan,” terangnya.

Rencana bantuan penerangan ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah khususnya desa wisata di Lombok Barat. Kepala Desa Kebon Ayu, Jumarsa berharap bantuan ini dapat cepat terealisasi.

“Melihat potensi dengan banyaknya pengunjung di pagi hingga sore hari, kita berharap di malam hari juga kita bisa hidupkan kegiatan kuliner ini sesuai dengan masukan-masukan dari pengunjung juga,” ungkap Jumarsa.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H. M. Fajar Taufik menjelaskan, dari 60 desa wisata yang ada hanya 12 desa yang bergerak cepat memanfaatkan peluang ini.

Kedua belas desa itu adalah Desa Wisata Mekarsari, Desa Buwun Sejati, Desa Sedau, Desa Batu Kumbung, Desa Saribaye, Desa Batulayar, Desa Banyumulek, Desa Kebon Ayu, Desa Dasan Griye, Desa Giri Sasak, Desa Lembar Selatan, dan Desa Sekotong Tengah.

“Info ini sudah kami dapatkan satu bulan yang lalu pada saaat sosialisasi awal dan sudah kami informasikan ke 60 desa wisata. Dari 60 desa wisata itu hanya 12 yang menyerahkan kondisi pagi dan malam artinya mereka masih membutuhkan penerangan. Akhirnya hanya 12 desa ini lah yang akan diberikan bantuan kaena mereka sudah melengkpai sesuai permintaan kementerian,” terang Taufik.

Taufik mengatakan, program ini nantinya akan menjadi yang pertama dilaksanakan di kabupaten/kota seluruh Indonesia. Lombok Barat sendiri menjadi percontohan program pemberian bantuan penerangan untuk desa wisata.

Melalui program ini, desa wisata di Lombok Barat nantinya mampu mempersiapkan diri untuk beroperasional di malam hari agar dapat menambah perekonomian masyarakat.

“Dengan begitu desa wisata yang ada di Lombok Barat kita harapkan bisa berkembang sebagai alternatif destinasi wisata yang ada salama ini,” harapnya.