14
Mar

small thumb

Maksimalkan Pemasaran Pariwisata Melalui Konten Kreatif

Pemanfaatan konten digital dan jejaring sosial dinilai saat ini sangat penting untuk mendukung pemasaran wisata di Indonesia, khususnya di desa-desa wisata. Pelaku wisata dan ekonomi kreatif saat ini dituntut tidak hanya kreatif saat membuat suatu produk wisata namun juga harus menguasai strategi pemasaran produk tersebut.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Pengembangan SDM Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI Surana
saat pembukaan Pelatihan Konten Digital Pemasaran Pariwisata yang digelar Kemenparekraf RI di Hotel Montana Premier Senggigi, Senin (14/3/2021).

"Foto maupun video yang teman-teman post ke sosmed yang menampilkan ciri khas wilayah seperti keindahan alam, budaya, kuliner, produk kreatif, otomatis akan meningkatkan promosi sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung," ucap Surana di depan 40 peserta yang terdiri dari pokdarwis dan pelaku ekonomi kreatif yang ada di Lombok Barat.

Menurut Surana, semakin kreatif dan semakin bagus karya foto dan video suatu produk wisata, maka peluang untuk menyentuh pasar itu semakin terbuka.

"Jadi dalam pelatihan dihadirkan materi pemasaran wisata, khususnya melalui foto dan video, dan juga teman-teman belajar membuat narasi untuk hasil foto dan videonya," lanjut Surana.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar H.M. Fajar Taufik sangat mensyukuri adanya pelatihan Konten Digital Pemasaran Pariwisata untuk pokdarwis dan pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang ada di Lobar ini.

"Kami saat ini sedang mengembangkan desa-desa wisata yang ada, jadi pelatihan ini sangat kami butuhkan karena teman-teman pokdarwis maupun pelaku ekraf juga berkewajiban membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi pariwisata yang ada di desa," tutur Taufik saat membuka pelatihan.

Jadi, imbuhnya, Saya minta kepada para peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan serius karena ini sangat penting untuk ke depannya.

Pelatihan Konten Digital Pemasaran Pariwisata ini sendiri direncanakan akan berlangsung hingga tanggal 16 Maret. Dalam waktu tiga hari itu para peserta akan diberikan materi terkait fotografi, videografi dan pembuatan narasi suatu produk pariwisata.