12
Mar

small thumb

Masyarakat Buwun Mas Ikuti Sosialisasi Sadar Wisata Dari Kemenparekraf

Kesadaran masyarakat akan pariwisata menjadi aspek yang sangat penting dalam pengembangan wisata suatu daerah. Dengan adanya kesadaran masyarakat tentang pariwisata, maka Sapta Pesona Pariwisata dapat terwujud.

Pagi tadi (11/3) sekitar 100 orang warga Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong mengikuti Sosialisasi Sadar Wisata, Sapta Pesona, Pelayanan Prima dan CHSE yang digelar Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya dan Kelembagaan Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Kegiatan ini merupakan rangkaian program Kampanye Sadar Wisata milik Kemenparekraf.

Selain untuk menumbuhkan kesadaran terhadap parieisata, sosialisasi yang digelar di Kantor Desa Buwun Mas ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengunjung.

"Sebuah kunci awal dalam pariwisata itu adalah senyum, sapa, salam dan santun,” ungkap Rinto Taufik Simbolon, Analisis Kebijakan Kemenparekraf RI saat memberikan sambutan.

Menurutnya, pengetahuan sederhana itu harus disadari dan dilakukan oleh masyarakat yang ada di kawasan wisata seperti di Desa Buwun Mas.

"Tadi saya sudah ditunjukkan destinasi wisata yang ada di sini. Potensinya sangat bagus tinggal kita sebagai masyarakat sekarang bagimana memaksimalkan potensi tersebut, salah satunnya dengan memberikan pelayanan prima kepada wisatawan," kata Rinto.

"Bagaimana anda menyapa, memberikan salam, bagaimana gesture tubuh saat berbicara dengan wisatawan akan menjadi kesan pertama dan utama bagi para wisatawan," lanjutnya.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat H.M. Fajar Taufik yang hadir membuka pelatihan berharap agar sosialisasi ini dapat menjadi bekal bagi masyarakat terutama Pokdarwis di Desa Buwun Mas.

"Bagi semua masyarakat yang hadir, terutama untuk Pokdarwis, saya minta sosialisasi hari ini didengarkan, diperhatikan betul, agar saat nantinya menerima tamu, kita tidak gagap," tegas Taufik.

Ia juga menghimbau kepada seluruh unsur desa yang ada untuk menjaga Desa Buwun Mas agar menjadi desa yang aman dan mampu membuat wisatawan yang datang merasa nyaman.

Sebagai narasumber sosialisasi hadir dua akademisi yakni M. Husen Hutagalung yang menyampaikan materi tentang Sapta Pesona dan Lia Afriza yang menyampaikan materi tentang Pelayanan Prima.

Hadir juga dalam kegiatan itu Anggota Komisi II DPRD Lobar Abdul Majid dan Kepala Desa Buwun Mas Rochidi.

Bagi Rochidi selaku Kepala Desa, ia sangat mengapresisasi kegiatan ini. Baginya ini akan jadi modal besar bagi pekembangan kepariwisataan di Buwun Mas.

Buwun Mas sendiri, seperti halnya daerah-daerah kawasan Sekotong mempunyai potensi yang sangat bagus dalam kepariwisataan, terutama wisata bahari. Di samping Air Terjun Asin di Pantai Nambung dan Buwun Mas Hill yang sudah lebih dahulu dikenal, saat ini Buwun Mas mempunyai destinasi wisata baru yakni Ekowisata Mangrove Buwun Mas yang berada di Dusun Jerangkang.

"Kami punya potensi yang bagus sejauh ini, tapi mungkin pemahaman kami tentang pariwisata mungkin belum pas. Jadi edukasi seperti ini yang sangat kami butuhkan," tutur Rochidi.