21
Sep

small thumb

Pelatihan Pengelolaan Akomodasi Sebagai "Starting Point" Pengembangan dan Pembangunan di Sektor Pariwisata Kabupaten Lombok Barat

Dunia kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini merasa tertantang dengan perhelatan Moto GP yang akan digelar di Kawasan Khusus Mandalika. Tidak sedikit Dinas Pariwisata di NTB merasa kegalauan menyambut event internasional tersebut dengan minim persiapan daerahnya.

Di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), melalui Dinas Pariwisatanya (Dispar) mengambil langkah cepat untuk mempersiapkan sumber daya manusia di bidang pariwisata. Langkah cepat itu diambil degan menguncurkan Dana Insentif Daerah (DID) yang dimiliki digunakan memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pelaku wisata di lobar.

Hari ini, (21/9) Dispar Lobar memberikan pelatihan Pengelolaan Akomodasi Berbasis Kelompok kepada 20 desa yang terdiri dari Bumdes, Pokdarwis dan Kepala Dusun.

Kepala Dispar Lobar H. Saepul Akhkam saat ditemui mengatakan pelatihan yang diberikan ini merupakan starting point dalam rencana pengembangan dan pembangunan di sektor pariwisata Kabupaten Lombok Barat. Tidak hanya sebagai persiapan Lobar dalam perhelatan Moto GP, namun sebagai upaya membangun pariwisata yang berkelanjutan.

"Ketika banyak daerah takut dengan bayang-bayangnya sendiri. Membayangkan besok ada Moto GP dengan penonton 150ribu penonton, dan rata-rata backpacker. Mohon maaf, ini adalah ketakutan-ketakutan kita saja. "Lombok tidak akan siap, NTB tidak akan siap". Tapi mohon maaf, di NTB itu fasilitas penginapanya tidak lebih dari 20 ribu kamar, dan jika rata-rata diisi dua orang saja, artinya hanya 30-40 persen yang tercover, tapi masak iya sisanya tidur jalan. Untuk itu Dispar Lobar mengambil langkah cepat, dana DID kita gunakan untkuk menyiapkan SDM kita dari semua lini," ungkap Akhkam.

Dalam pelatihan ini, Akhkam menghadirkan narasumber yang memiliki kompeten membahas hospitality dan amenitas di desa wisata. Menurut Akhkam kedua materi ini paling dibutuhkan saat ini. Sebab output yang diharapkan adalah hospitality kemasyarakatan bisa berjalan di desa wisata, sehingga terbentuk kelompok-kelompok sosial masyarakat yang mampu menyiapkan diri sebagai penyedia jasa akomodasi.

Menurut Akhkam, apa yang dilakukan pihaknya saat ini merupakan bentuk kebersamaan membangun pariwisata Lobar. Pelatihan ini, kata Akhkam terbagi menjadi 16 angkatan, yang telah dimulai dari awal september dan berakhir di akhir oktober.

Wakil Ketua I DPR Kabupaten Lombok Barat Nurul Adha yang diberikan kesempatan membuka kegiatan ini memberikan apresiasinya kepada Dispar Lobar, karena menurutnya dari beberapa bulan lalu Dispar terus berupaya melakukan inovasi dalam menggeliatkan sektor pariwisata,

"Dari dunia maya saja, kita bisa lihat gema-gema kepariwisataan di Lobar seperti #AyoKembaliKeSenggigi. Dan sekarang yang saya tahu desa wisata ada 57 yang sudah ditetapkan dan ini terus dikembangkan. Kita tidak lagi menginginkan sektor pariwisata hanya bergantung kepada wisatawan asing, tetapi bagaiman kemudian desa-desa wisata kita berkembang," harap Adha.

Dengan pelatihan ini Adha berharap peserta mampu mengembangkan dewa wisatanya menjadi desa-desa unggulan di bidang pariwisata dengan menghadirkan kekhasan lokal, sehingga desa bisa menjadi desa mandiri secara ekonomi.

“Kita yakin jika desa sudah berdaya kemudian mampu menghadirkan kepariwisataan yang baik, maka tentu desa bisa menghadirkan kesejahteran ekonomi bagi masyarakatnya, dan itu merupakan tujuan pembangunan daerah kita," tegasnya.

Adha juga menegaskan desa wisata dalam memberikan akomodasi harus menghadirkan keamanan dan kenyamanan. Menurud Adha, keamanan merupakan hal penting untuk meyakinkan wisatawan dalam membeli produk-produk desa.

Selanjutnya desa wisata juga harus memperhatikan kebersihan, dengan memberdayakan masyarakat desa, maka desa wisata mampu menghadirkan kebersiahan di desa wisata, sehingga imbasnya menurut Adha, para wisataan akan merasa nyaman bertransaksi.

Salah satu peserta pelatihan, Ardian Pengelola Bumdes Pusuk Lestari ini mengatakan pelatihan yang diberikan oleh Dispar Lobar sangat diperlukan bagi pengembangan dan peningkatan kapasitas pengelola pariwisata desanya, terlebih pada suasana pandemi.

“Banyak ilmu yang diperoleh, terkait pelayanan dan akomodasi pariwisata dan lain sebagainya. Harapan kedepannya semoga pelatihan-pelatihan dan bimbingan-bimbingan dalam membangun wisata terus dilaksanakan,” ungkap Ardian