24
Jul

small thumb

Peserta Pelatihan Pemandu Wisata Trekking Jajal Trek Hutan Tahura Nuraksa

Di hari terakhir Pelatihan Pemandu Wisata Trekking yang digelar Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) kemarin (23/7/2022), para peserta berkesempatan menjajal trek Hutan Tahura Nuraksa, Dusun Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada.

Jalur trek Hutan Tahura di Dusun Kumbi ini bisa dikategorikan soft trekking karena jarak tempuh yang tidak terlalu panjang dan relatif tidak terlalu ektrim. Dengan jarak tempuh sekitar setengah jam saja, peserta pelatihan sudah sampai di pos pertama, yakni di lokasi Air Terjun Elen Pati.

Dari Air Terjun Elen Pati, kurang dari satu setengah jam para peserta pelatihan sudah bisa sampai di titik utama yakni di lokasi Air Terjun Segenter.

Sebelum melaksanakan trekking, para peserta yang merupakan Pokdarwis se-Lobar ini mendapat pengarahan dari Bupati H. Fauzan Khalid yang langsung hadir di lokasi kegiatan.

"Khusus untuk pemandu trekking ini untuk kedepannya akan sangat menjanjikan karena pertama dari sisi alam, dimana alam kita sangat menarik," tutur Fauzan menyemangati para peserta.

Ia menyebutkan jika trend berwisata ke alam seperti pegunungan dan hutan sudah mampu menggaet semua kalangan. Tidak hanya milenial, tetapi juga orang-orang yang berumur juga sudah mulai ikut terpengaruh untuk berwisata dan ikut menikmati alam pegunungan dan juga hutan.

Lebihnya lagi, dalam waktu dekat Lombok Barat sudah berencana untuk membuka jalur pendakian resmi ke Gunung Rinjani melalui Desa Pakuan. Hal ini tentu menuntut SDM Pariwisata khususnya pemandu wisata trekking yang memenuhi kualifikasi.

"Insya Allah tahun ini atau paling lambat tahun 2023 trek pendakian ini akan kita buka dan kita rangkai dengan HUT Lombok Barat. Tetapi kalaupun lebih cepat persiapan kita tentunya bisa lebih cepat, bahkan kita harapkan tidak apa-apa trek ini sudah mulai dibuka walaupun peresmiannya belakangan," cetus bupati.

Pelatihan yang dilaksanakan sejak tanggal 21 Juli ini juga mendapat smabutan baik dari salah satu narasumber, Agus Hariyanto.

Menurut Agus, dengan banyaknya kegiatan yang dilakukan di objek wisata itu, pelaku usaha seperti usaha kuliner, usaha tenda, usaha wisata juga mendapatkan manfaat secara langsung.

"Setelah treeking tadi kita minta mereka menganalisa kelebihan maupun kekurangan jalur trekking ini sesuai dengan materi yang mereka dapat di hari-hari sebelumnya. Ini tentu memberikan bayangan bagi mereka tentang apa yang akan mereka terapkan di desa mereka," ujarnya.