21
Nov

small thumb

Tangkap Peluang Kunjungan Tamu Kapal Pesiar, Dispar Lobar Siapkan Desa Wisata

Setelah kedatangan kapal pesiar MS Regatta pekan lalu, hingga akhir tahun ini akan ada 3 kapal pesiar atau cruise yang sudah direncanakan bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat.

Kunjungan kapal pesiar menjadi angin segar bagi pariwisata Lombok, karena selama dua tahun hampir tidak ada kunjungan kapal pesiar. Tahun 2023, sudah masuk 18 rencana kunjungan kapal pesiar ke Pulau Lombok. Untuk itu, Dinas Pariwisata Lombok Barat berusaha memanfaatkan momentum ini dengan mempersiapkan desa wisata yang ada di Lombok Barat sebagai pilihan para wisatawan kapal pesiar selama waktu sandarnya.

“Untuk kesiapan kunjungan kapal pesiar yang tanggal 23 November dan seterusnya, dan mungkin untuk tahun depan kita akan sudah mempersiapkan ada sekitar 15 desa wisata. Ini adalah salah satu iktihar kita untuk memajukan pariwisata kita,” kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H. M. Fajar Taufik usai rapat kordinasi bersama kepala desa dan pengelola desa wisata, Senin (21/11).

Ia menjelaskan, untuk tanggal 23 November ini ada beberapa desa wisata yang akan dikunjungi. Desa wisata yang akan dikunjungi ini adalah desa yang sudah siap baik dari segi destinasinya, atraksinya, maupun tempat belanja dan lain sebagainya. Antara lain Desa Wisata Banyumulek yang terkenal sebagai sentra kerajinan gerabah, Cagar Budaya Taman Lingsar di Desa Wisata Lingsar, Desa Wisata Sesela dengan kerajinan anyaman bambunya, dan ke Desa Wisata Sekotong Barat.

Dari desa wisata yang diundang kemarin Taufik mengaku mereka cukup antusias untuk dikunjungi, akan tetapi ada beberapa yang harus melakukan pembenahan seperti akses dan tempat parkir bus.

“Ini yang kita harapkan bisa segera untuk desa-desa yang belum siap untuk mempersiapkan ditahun 2023 mendatang karena ada sekitar 18 kapal pesiar yang akan datang di Pelabuhan Gili Mas,” harap Taufik.

Momentum ini mendapat apresiasi dari para pengelola desa wisata. Mereka berharap dapat segera melakukan pembenahan terutama dalam penyajian kemasan potensi yang ada.

“Tentunya ini menarik, kita juga dalam hal ini sudah memulai desa wisata dan berjalan baik. Untuk kunjungan kita sudah siap dengan aneka potensi seperti atraksi budaya tari-tarian, presean, gendang beleq, kerajinan tenun, dan kuliner tradisional. Mungkin kita butuh persiapan dalam kemasannya. Kalau Desember besok atau tahun depan Insya Allah kita siap semuanya,” ungkap Rasimin Abdul Malik, Pengelola Desa Wisata Kebon Ayu.