15
Sep

small thumb

Tingkatkan Kapasitas Pemandu Wisata Outbond di Lombok Barat Melalui Pelatihan

Dengan tujuan meningkatkan profesionalisme para pemandu outbound di desa-desa wisata yang ada di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar melakukan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Outbond yang diikuti oleh 40 peserta dari desa-desa wisata yang ada di Lombok Barat.

Bertempat di Hotel Holiday Resort Lombok, kegiatan pelatihan ini dimulai sejak hari Kamis (15/9/2022) dan direncanakan akan berlangsung hingga Sabtu besok.

Selain untuk meningkatkan profesionalisme para pemandu wisata outbond, pelatihan ini juga ditujukan untuk meningkatkan jumlah aktivitas kepariwisataan yang bisa digelar oleh para pemandu lokal khususnya kegiatan outbound di desa wisata.

Dalam waktu tiga hari ini para peserta dibimbing langsung dan diberikan sejumlah materi program terkait wisata outbond oleh Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) NTB.

Materi yang diberikan antara lain seperti pengenalan program outbond, pemetaan potensi desa wisata, capacity building serta public speaking.

Materi lainnya adalah teknik guiding, kemitraan dan kerjasama, hospitality hingga penyusunan paket wisata outbond.

Dari pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menyerap secara maksimal dan menerapkan semua materi yang diberikan di desa masing-masing.

Dalam kesempatan ini, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid yang hadir membuka pelatihan secara resmi sempat memberikan beberapa arahan dan menyampaikan harapannya kepada para peserta pelatihan.

"Harapan saya mari saling belajar untuk saling mengejar antara desa wisata yang satu dengan lainnya bisa menjadi yang terbaik karena potensi kita di Lombok Barat ini luar biasa," ucap bupati.

Kelebihan-kelebihan yang dimiliki Lombok Barat ini diharapkan Fauzan bisa dimanfaatkan, digali potensinya kemudian bisa dijual sebagai sebuah produk kepariwisataan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Lobar H. M. Fajar Taufik berharap ada tindak lanjut yang dilakukan para peserta setelah nanti kembali ke desa masing-masing.

"Jangan sampai setelah pelatihan teman-teman malah diam tidak bergerak," kata Taufik.

Pelatihan ini juga diharapnya bisa menstimulus kreatifitas para pengelola desa wisata untuk membuat aktifitas kepariwisataan baru yang bisa dijual di desa wisata.

"Semakin banyak kegiatan yang bisa dilakukan di desa wisata, tamu juga bisa tinggal lebih lama dan menghabiskan uangnya lebih banyak di desa kita," lanjutnya.

"Tujuan kita sama, kita satukan visi misi untuk memajukan desa dan tujuan akhirnya adalah perekonomian masyarakat desa kita bisa berkembang," pungkasnya.