LOGO dispar
Beranda > Berita > Bau Keke, Dari Tradisi Menjadi Atraksi
Berita Utama

Bau Keke, Dari Tradisi Menjadi Atraksi

Posting oleh disparlobar - 18 Juli 2024 - Dilihat 393 kali

Bau Keke adalah salah satu tradisi unik dari masyarakat pesisir di Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar).

Bau Keke adalah istilah bahasa sasak yang dalam bahasa Indonesia berarti mengambil atau menangkap kerang.

Di Desa Lembar, keke dengan mudah bisa ditemukan di pesisir pantai terutama saat air laut sedang surut sehingga membuat aktivitas bau keke ini kerap dilakukan warga sekitar.

Tradisi unik ini kemudian dimanfaatkan pemerintah desa dan pemuda Desa Lembar untuk membuat sebuah event yang bertujuan mengundang wisatawan untuk datang ke Desa Lembar.

"Kami dari pimpinan yang ada di desa dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda berkomitmen ingin menjadikan desa Lembar ini menjadi Desa tujuan wisata," ucap Kepala Desa Lembar Sainah saat pembukaan Festival Budaya Bau Keke 2024 yang dilakukan di Pantai Serpiq, Kebon Bongor Desa Lembar, Minggu (14/7/2024).

Oleh karena itu, sambungnya, Kami mengedukasi, mengadopsi kebiasaan masyarakat yang dalam kesehariannya mencari nafkah dengan Bau Keke, kita modifikasi menjadi sebuah daya tarik supaya bagaimana wisatawan lokal maupun mancanegara bisa tertarik untuk berkunjung ketempat ini.

Disampaikan Sainah, Festival Bau Keke tahun ini merupakan kegiatan yang ke tiga kalinya, walaupun diakuinya sudah dilakukan senak tahun 2016 yang lalu.

"Sebenarnya kegiatan ini sudah kami laksanakan dari tahun 2016, tapi tidak kami lanjutkan dan kami laksanakan lagi mulai tahun 2023 yang lalu atas dasar banyaknya masukan dari berbagai pihak," ucap Sainah.

Ia lalu berharap Festival Bau Keke ini bisa masuk ke dalam kalender event pariwisata Lobar.

Selain kegiatan utama yakni bau keke, event ini juga dirangkai dengan sejumlah legiatan dan atraksi seni seperti penampilan musik tradisional gendang beleq, atraksi presean dan kemping bersama di pantai Serpiq.

Di tempat yang sama, Penjabat (Pj) Bupati Lobar H. Ilham yang langsung hadir membuka Festival Bau Keke ini memeberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang dilakukan Pemerintah Desa Lembar dengan pemuda dan pihak lainnya, sehingga menghasilkan sebuah event yang menarik.

Bagi Ilham, Festival Bau Keke ini bukan hanya sebatas event untuk mendatangkan wisatawan namun juga sebagai ajang melestarikan budaya atau tradisi di tengah gempuran budaya luar yang masuk sekarang ini.

"Mempertahankan budaya yang tumbuh berkembang di daerah kita bukan pekerjaan yang mudah karena kita harus menghadapi tantangan budaya luar yang masuk ke daerah kita," tutur Ilham.

"Oleh karena itu, butuh komitmen yang kuat, harus memiliki semangat yang kuat dan harus butuh kebersamaan yang baik agar pelestarian budaya yang turun temurun dari nenek moyang kita sampai saat ini bisa kita pertahankan kalau tidak, maka budaya kita akan tergilas, akan tergusur oleh budaya luar dengan segala macam bentuknya yang pada akhirnya akan mengaburkan makna kearifan lokal yang ada ditempat kita masing-masing," imbuhnya.

Senada dengan Pj Bupati, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar Irman Sumantri yang juga hadir di lokasi memberikan apresiasi pada Desa Lembar dalam upaya mengembangkan Desa Lembar menjadi destinasi wisata.

"Kita tentu apresiasi sekali jika desa-desa kita di Lombok Barat menginisiasi sebuah event seperti Festival Bau Keke yang dilakukan Desa Lembar ini. Ini tentu sangat membantu perkembangan dan menambah warna pariwisata di Lombok Barat secara umum," ucap Irman.

Selanjutnya ia berharap masyarakat yang saat ini mulai sadar akan potensi desa mereka sebagai tujuan wisata, menjadi lebih sadar terhadap sapta pesona pariwisata.

"Dari aman, bersih, ramah dan seterusnya itu kita harap bisa kita upayakan di sini, sehingga efek yang dihasilkan dari event ini bisa dirasakan dalam waktu yang lama atau berkelanjutan yang berujung pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri," lanjutnya.

"Belum lagi letak Desa Lembar yang dekat dengan pelabuhan yang notabene merupakan pintu masuk wisatawan, tentu kami harap Desa Lembar bisa lebih maju lagi sehingga bisa menjadi opsi lain sebagai destinasi wisata di Lombok Barat," tandasnya.


Silahkan beri komentar

Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *