LOGO dispar
Beranda > Berita > Gandeng Ngo, Dinas Pariwisata Lobar Bersihkan Kawasan Pantai Cemare
Berita Utama

Gandeng NGO, Dinas Pariwisata Lobar Bersihkan Kawasan Pantai Cemare

Posting oleh disparlobar - 25 Sep. 2025 - Dilihat 109 kali

Puluhan orang dari kelompok pemerhati lingkungan, diantaranya kelompok sadar wisata, mahasiswa, wisatawan asing, dan Dinas Pariwisata Lombok Barat melakukan aksi bersih-bersih kawasan wisata Mangrove di Pantai Cemare, Desa Lembar Selatan, Minggu (21/9/2025) pada perayaan Gerakan World Cleanup Day (WCD).

Gerakan gotong royong pada peringatan WCD di Pantai Cemare yang diinisiasi oleh Indonesia Biru Foundation (IBF) bersama dengan Cemare Eco Green Mangrove Lembar Selatan tersebut diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan terutama kebersihan di kawasan wisata.
i
Banyaknya tumpukan sampah terutama sampah plastik di kawasan wisata Mangrove Pantai Cemare ini menjadi bukti masih minimnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungannya.

Hari ini kita kolaborasi dengan Cemare Eco Green sebagai partner kita di Cemare kemudian kita juga ada beberapa NGO lain di Lombok. Harapan kami, untuk masyarakat supaya lebih sering datang ke alam sehingga akan timbul rasa cinta kepada alam sekitar dan rasa ingin menjaganya. Sedangkan untuk pemerintah mungkin harapannya agar lebih banyak turun ke bawah, lebih banyak diskusi dengan NGO dan lebih banyak berkolaborasi karena daerah Lombok Barat ini sangat luas dan diperlukan lebih banyak lagi kolaborasi, terang Andre, perwakilan IBF.

Andre menambahkan, IBF sebagai organisasi non pemerintah yang bergerak di bidang kepedulian lingkungan dan pariwisata sendiri sudah berkegiatan di dekat pesisir selama hampir lima tahun. Untuk wilayah Lombok Barat, kegiatan dilakukan di Cemare dan Gili Asahan dengan kegiatan yang berbeda. Kalau di Cemare kita fokus tentang mangrove dan sampah, sedangkan di Gili Asahan tentang terumbu karangnya, katanya.

Ketua Eco Green Mangrove sekaligus juga Ketua Pokdarwis Lembar Selatan, Musab melihat permasalahan sampah di seluruh desa wisata hampir sama. Mulai dari kesadaran masyarakat, dinamika ketersediaan sarana dan prasarana, terutama minimnya sarana kebersihan.

Hingga saat ini pihaknya bekerjasama dengan para volunteer dari hampir semua pegiat lingkungan, termasuk dari kalangan akademisi, dan pegiat pariwisata terus berusaha mencari solusi untuk penanggulangan sampah ini.

Musab menilai kehadiran IBF di Desa Lembar Selatan khususnya kawasan wisata Mangrove Pantai Cemare sangat penting. Dengan pendampingan dan support yang intens sejak awal, kini Cemare Eco Green sudah mampu mengolah secara mandiri sampah yang dihasilkan dari aktivitas pariwisata di Cemare.

Dalam aksi bersih-bersih kali ini ada sekitar 479 kg sampah yang terkumpul. Sampah-sampah tersebut kemudian dipilah untuk didaur ulang di tempat pengolahan sampah yang didirikan oleh Cemare Eco Green dan IBF.

Kolaborasi dengan IBF ini luar biasa. Mereka lembaga yang memang intens bergerak di lingkungan terutama terkait dengan ekosistem laut. IBF juga melakukan terobosan marketing untuk pariwisata juga secara tidak langsung dengan kemitraan-kemitraan yang dimiliki di luar negeri, terangnya.

Cemare Eco Green Mangrove sebagai komunitas pemerhati lingkungan sangat concern terhadap permasalahan sampah di daerahnya. Selain melakukan edukasi ke warga, pihaknya secara rutin melakukan pengangkutan sampah sebanyak 3 kali dalam seminggu dan cleanup rutin sebanyak 2 kali dalam sebulan. Sampah kemudian di daur ulang di tempat pengolahan sampah untuk dapat dimafaatkan kembali.

Selain sampah rumah tangga dan pedagang, kebanyakan sampah terutama yang berserakan di area Mangrove itu merupakan sampah kiriman yang datang dari sungai.

Menurut kami kesadaran warga yang sekarang semakin baik. Dulunya buang sampah sembarangan, setelah kami menyediakan karung dan tempat sampah mereka sudah mulai membuang sampah ke tempat yang yg kami sediakan, jelasnya.

Ayo kita bersama melangkah untuk menyelesaikan permasalahan sampah ini, mulai dari diri kita, tentangga kita, tempat kita tinggal, himbaunya.

Sementara itu, Andi Rahman salah seorang pelaku usaha pariwisata di kawasan Cemare sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih terlibat menjaga kebersihan terutama di kawasan wisata.

Lombok Barat ini kawasannya sangat luas, bukan cuma di Senggigi aja tapi termasuk juga di Sekotong dan juga Cemare ini, kata Andi.

Dengan adanya adik-adik dari IBF ini, setidak-tidaknya pemerintah baik itu pemerintah desa setidaknya bisa membantu dengan mensuport adik-adik ini. Karena selama ini saya juga pernah menyiapkan tong sampah tapi karena keterbatasan dana pribadi juga agak sulit. Saya mohonlah untuk kedepannya pemerintah ini berpatisipasi untuk menanggulangi sampah yang ada di kawasan Lembar Selatan ini khususnya di Pantai Cemare, tambahnya.


Silahkan beri komentar

Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *